Tampilkan postingan dengan label Geografi XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi XI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juni 2014

Bioma dan Ekosistem

Biosfer adalah lapisan kehidupan di muka bumi, dalam hal ini dikhususkan untuk flora dan fauna. Sedangkan bioma dapat diartikan sebagai unit-unit geografis besar yang perbedaannya didasarkan atas tipe-tipe klimaks atau vegetasi dominan (tumbuhan) atau bentuk kehidupan binatang. Pada umumnya, sistem penamaan bioma didasarkan atas vegetasi utama yang mendominasi suatu wilayah di bawah pengaruh iklim. Contoh penamaan bioma antara lain bioma hutan hujan tropik, sabana, stepa (padang rumput), tundra, dan taiga.

1. Bioma
Bioma Hutan Gugur
Ciri-ciri umum yang menandai suatu bioma antara lain sebagai berikut,
+ Bioma merupakan komunitas klimaks, artinya pada wilayah tersebut terdapat suatu bentuk vegetasi utama yang mendominasi kawasan tersebut, seperti hutan gugur daun, hutan berdaun jarum (hutan konifer), atau padang rumput.
+ Bioma terbentuk sebagai hasil interaksi antara unsur-unsur lingkungan, yaitu iklim, tanah, dan organisme yang hidup di lingkungan tersebut (biota).
+ Bioma merupakan komunitas (satuan kehidupan) yang cukup mantap dalam periode jangka waktu yang lama, kecuali terjadi suatu kejadian tiba-tiba yang mengganggu kestabilan komunitas. Misalnya, bencana alam, wabah penyakit, perubahan tatanan iklim global, atau gangguan akibat ulah manusia.
+ Suatu jenis bioma dapat mudah dikenali dengan melihat petunjuk vegetasi utamanya (vegetasi klimaks).
+ Bioma pada umumnya menempati wilayah yang luas.

2. Ekosistem
Ekosistem Sawah
Sedangkan ekosistem merupakan suatu sistem yang meliputi komponen tumbuh-tumbuhan, hewan, serta lingkungan fisik sebagai tempat hidupnya. Komponen-komponen tersebut senantiasa berinteraksi dan saling memengaruhi antara satu dan lainnya sesuai dengan fungsinya masing-masing. Misalnya, fungsi utama tumbuhan yaitu sebagai produsen dalam memproduksi bahan-bahan makanan yang diperlukan bagi kelangsungan hidup konsumen (hewan dan manusia).
Ekosistem meliputi komponen-komponen antara lain sebagai berikut.
+ Komponen biotik, terdiri atas:
1. tumbuhan sebagai produsen.
2. hewan sebagai konsumen, meliputi:
     a. herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan.
     b. karnivora, yaitu hewan pemakan daging.
     c. omnivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan dan daging.
     d. bakteri dan jamur sebagai pengurai.


+Komponen abiotik, meliputi iklim dan bahan-bahan anorganik berupa mineral-mineral yang terdapat dalam batuan, tanah, air, dan udara. Beberapa contohnya, antara lain Karbon (C), Nitrogen (N), Karbondioksida (CO2), Air (H2O), Oksigen (O2), protein, karbohidrat, dan lemak.

Rabu, 21 Oktober 2009

Usaha Memajukan Pertanian Indonesia

Indonesia sebagai Negara agraris dengan jumlah petani yang banyak. Pertanian merupakan matapencaharian utama masyarakat Indonesia. Semua ini merupakan suatu modal yang berpotensi pada masa Globalisasi ini untuk memajukan negara, bila dari segi industri Indonesia kalah, kenapa tidak dengan mengusahakan pertanian? Jumlah manusia semakin bertambah dan bertambah, dan itu akan berdampak pada kebutuhan pangan yang meningkat, bukankah ini kesempatan besar bagi Indonesia yang terkenal dari zaman nenek moyang kita, “Indonesia, gemah ripah loh jinawi,” apapun bisa ditanam di Indonesia (tentu saja pada batas-batas tertentu). Dengan mengusahakan pertanian maka akan banyak menguntungkan berbagai pihak, selain akan menyerap banyak tenaga kerja, juga akan menambah devisa bagi negara.
Selama ini pemerintah Indonesia cenderung mengabaikan potensi besar ini, mereka lebih tertarik pada usaha-usaha yang mudah dan cepat untuk menghasilkan uang seperti mengusahakan industry, menjual saham pada pengusaha asing dan meminjam uang pada Negara-negara lain. Padahal sejarah mencatat Indonesia pernah memegang gelar “Macan Asia,” sebuah negara lumbung padi, penguasa pangan dunia. Sungguh prestasi yang membanggakan untuk Negara Agraris, tetapi sekarang apa?, pertanian menjelma menjadi pekerjaan yang hina, kurang diminati. sebagai contoh saja, berapa banyak generasi yang berilmu yang memikirkan pertanian, silahkan jawab sendiri-sendiri !
Sebaiknya pemerintah harus lebih serius mengusahakan usaha pertanian, ada berbagai cara yang dapat ditempuh
1. Memberikan modal kepada petani
Menurut pengamatan saya para petani lebih berpotensi mengalami kerugian karena hasil yang dihasilkan tidaklah pasti, selain itu, harga padi akan anjlok saat panen datang seperti teori penawaran, semakin besar jumlah penawaran maka harga akan menurun. Lebih-lebih diantara mereka ada yang mempunyai tradisi untuk bersenang-senang sehabis panen.

2. Memberikan pengetahuan tentang pertanian modern
Sebagian besar petani Indonesia saat ini bertani dengan cara yang masih tradisional sehingga hasilnya pun kurang memuaskan, dengan sistem pertanian modern maka akan menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda. Salah satunya adalah selalu mengisi lahan dengan tanaman agar selalu menjadi lahan yang produktif, menurut pengamatan saya, khususnya di daerah Kebumen dan sekitar, para petani akan mengosongkan lahan setelah panen, dan itu tak singkat. Apabila mereka mengetahui tentang pendayagunaan lahan secara maksimal, diharapkan akan membangkitkan rasa untuk berusaha menanam berbagai tanaman palawija saat habis panen.

Sebagian besar petani mengeluhkan harga pupuk yang mahal, hal ini adalah salah satu hal yang membuat petani menderita kerugian, semua modal dan usaha mereka tidak semuanya akan mendapat untung, atau bahkan jika dihitung-hitung tidak balik modal. Kembali ke daerah Kebumen, sebenarnya daerah kami sangat berpotensi untuk pembuatan pupuk kandang, karena sebagian petani di Kebumen biasanya mempunyai usaha sampingan memelihara ternak. Apabila ini dicanagkan, dan mengganti pupuk buatan yang sebenarnya mempunyai efek negatif bagi hasil panen maupun lingkungan, maka akan banyak menguntungkan berbagai pihak. Pertama, petani akan lebih ringan menanggung beban dalam perawatan padi, akn menghasilkan panen yang lebih bermutu karena bebas dari pestisida yang berbahaya bagi tubuh manusia. Yang kedua, masyarakat akan menjadi lebih nyaman, kotoran-kotoran yang biasanya ditimbun dan membuat pemandangan menjadi tidak enak, kini akan menjadi lebih bersih, air tanah pun akan lebih bersih dari pencemaran akibat kotoran ternak.

3. Memberikan bantuan alat pertanian modern
Untuk mengusahakan pertanian yang hasilnya maksimal maka para petani membutuhkan alat yang modern, akan tetapi sebagian besar kaum petani tidak mampu membeli karena harganya yang mahal.

4. Mengawasi jalannya pemberian bantuan
Dalam memberi bantuan, pemerintah juga harus memperhatikan dan mengawasi penyalurannya, jangan sampai malah masuk ke kantong saku para penguasa yang mempunyai wewenang.

5. Mempromosikan fakultas pertanian
Pertanian Indonesia sebagian besar dikelola oleh orang yang kurang berwawasan dan berilmu pengetahuan. Semua itu dikarenakan para pemuda yang sebenarnya berpotensi kurang tertarik pada dunia pertanian padahal pertanian akan lebih maju jika ditunjang oleh orang-orang ahli yang mempunyai inovasi-inovasi baru yang mutakhir.

6. Membela kaum petani
Pemerintah sebaiknya selalu berusaha mendukung petani dalam memajukan dunia pertanian, seperti dengan melarang import produk pertanian kecuali yang memang tidak dapat diusahakan di dalam negeri. Seharusnya Indonesia lah yang berhak mengeksport, tanah Indonesia yang subur, lahan yang luas, jumlah penduduk yang banyak, memungkinkan untuk menghasilkan panen yang surplus.
Saya mungkin hanya dapat berkata demikian, saya berharap aspirasi ini dapat ditindaklanjuti untuk kembali menjadikan Indonesia sebagai Macan Asia yang menguasai pertanian dan pangan dan minimal dapat mencukupi kebutuhan nasional tanpa adanya import yang menghancurkan para petani dalam negeri.